Senin, 22 Mei 2017

DESKRIPSI PRODUK IKAN KAYU (DESCRIPTION OF DRIED SMOKED FISH)



KH (Katsuo Arahonbushi) :
         

Produk Ikan kayu Cakalang yang di bagi menjadi 4 Loin.  Dalam perdagangan produk ini terdiri atas Size (ukuran) sbb: 3L, 2L, L, dan M, yang masing-masingnya ditawarkan dengan harga berbeda.  Produk ini di hasilkan dari ikan cakalang mentah ukuran 1,2 kg – 3,5 kg.
(katsuobushi product divided into 4 loin.  In trading, product is sizing into: 3L, 2L, L, and M . Every size have different price.  Produced by raw
material Katsuo size 1,2 – 3,5 kg )

                                       
KK (Katsuo Arakamebushi) :


Produk Ikan kayu Cakalang yang di bagi menjadi 2 Loin.  Dalam perdagangan produk ini terdiri atas Size (ukuran) sbb: 2L, L, M, S dan SS, yang masing-masingnya ditawarkan dengan harga berbeda.  Produk ini di hasilkan dari ikan cakalang mentah berukuran 0,5 kg – 1,2 kg.
(katsuobushi product divided into 2 loin. In trading, product is sizing into: 2L, L, M, S and SS.  Every Size have different price. Produced by Raw material Katsuo size 0,5 – 1,2 kg)


MH (Maguro Arahonbushi)     :


Produk Ikan kayu yang di bagi menjadi 4 Loin.  Dalam perdagangan produk ini terdiri atas Size (ukuran) sbb: 2L, dan M.  yang masing -masingnya ditawarkan dengan harga berbeda.  Produk ini di hasilkan dari ikan Tuna mentah berukuran 1,2 kg – 3,5 kg.
(katsuobushi product divided into 4 loin.  In trading, product is sizing into: 2L, and M.  Every size have different price). Produced by Raw material Baby Tuna size 1,2 – 3,5 kg)
                                                   
 MK (Katsuo Arakamebushi) :


Produk Ikan kayu yang di bagi menjadi 2 Loin.  Dalam perdagangan produk ini terdiri atas Size (ukuran) sbb: M, dan S yang masing -masingnya ditawarkan dengan harga berbeda.  Produk ini di hasilkan dari ikan Tuna mentah berukuran 0,5 kg – 1,2 kg.
(katsuobushi product divided into 2 loin. In trading, product is sizing into: M, and S.  Every Size have different price). Produced by Raw material Baby Tuna size 0,5 – 1,2 kg)


SW (Sooda Waribushi) :


Produk Ikan kayu Deho/Tongkol  yang di bagi menjadi 2 Loin.  Di hasilkan dari ikan Deho/Tongkol mentah berukuran 0,15 kg – 0,3 kg. 
(Produced by Raw material Bonito size 0,15 – 0,3 kg)


SK (Sooda Arakamebushi)     :


Produk Ikan kayu Deho/Tongkol  yang di bagi menjadi 2 Loin.  Berukuran lebih besar dari SW.
(katsuobushi product divided into 2 loin. Using bonita as raw material. More bigger than SW)

MM (Muroaji Maru)       :

Produk Ikan kayu Malalugis/layang  utuh                                           
(whole product) Using Mackerel as raw material)

Rabu, 24 Februari 2016

Katsuo Ekis, Pengolahan Modern Air Hasil Perebusan Ikan Cakalang



Katsuo Ekis merupakan hasil olahan dari air hasil perebusan ikan yang mengandung banyak sari pati ikan fresh, yang dalam hal khusus untuk ikan jenis Cakalang (Katsuwonus Pelamis) yang telah di keluarkan isi perut dan kepalanya.  Adapun cara pengolahnnya  adalah sbb: 
Ikan Cakalang siap di rebus


Air Perebusan
Kandungan sari pati (brix) yang terdapat dalam air hasil rebusan di ukur dengan menggunakan Refractometer, dimana angka minimalnya 3%.
 
Refractometer
             
Air rebusan dengan suhu minimal 90 ̊C  dikeluarkan dari wadah perebusan dengan menggunakan pompa, lalu di alirkan ke tanki penampungan di ruang pengolahan ekis dengan menggunakan filter / saringan.
      
Tangki penampungan

Bagian Dalam Tangki penampungan
            
Dari tanki penampungan,  air hasil rebusan dialirkan ke mesin spinner (ensinburiki), lalu di lanjutkan ke tanki life jaket,  yang suhunya diatur pada kisaran 60áµ’ C - 65áµ’ C
   
Mesin spinner

Bagian Dalam Mesin Spinner
                                       
Dari tanki life jaket, air hasil rebusan dilewatkan pada mesin filter press yang di dalamnya terdapat silica, dengan tujuan menyaring sisa-sisa serpihan daging ikan terhalus yang mungkin masih tercampur.    Proses ini berlangsung sekitar 20 menit.    
   
Tangki Life Jacket

Mesin Filter Press

Setelah proses pada filter press selesai,  air rebusan ikan  di pindahkan ke mesin Vacum  evaporator. Di mesin vacuum evaporator, air rebusan ikan diolah dengan suhu 60 – 65 ̊C hingga mencapai kadar brix 20%.
Mesin Filter Press Tampak Depan
       
Setelah mencapai kadar brix 20%, maka proses di vacuum evaporator selesai, lalu katsuo ekis di Masukkan ke tanki life jaket yg berukuran lebih lebih kecil untuk dicampur dengan garam 15%, lalu suhu Katsuo  Ekis diturunkan  30 ̊C .  
Mesin Vacuum Evaporator

Mesin Vacuum Evaporator


Tangki Life Jacket Untuk Product Akhir

Proses Penambahan Garam 15%


Kemudian katsuo ekis siap dikemas dan di Simpan dalam ruangan pendingin ber-suhu 5 ̊C 


 
Product Katsuo Ekis

Product Katsuo Ekis

Katsuo Ekis


Sabtu, 20 September 2014

PT. CELEBES MINAPRATAMA ADALAH PRODUSEN IKAN KAYU



Apa yang ada di benak anda waktu mendengar soal ikan kayu ? Mungkin anda memikirkan soal kayu yang diukir sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk ikan. Sah-sah aja sich kalau anda sempat berpikir seperti itu. Tapi bukan seperti ikan kayu yang bakal saya ceritakan berikut ini.

Jadi, apa sich Ikan kayu itu ?

Ikan kayu adalah hasil olahan ikan yang telah mengalami serangkaian proses hingga bentuknya menjadi keras seperti kayu, dan berwarna hitam kecoklatan.

Darimana sich tekhnologi ikan kayu berasal ?

Ikan kayu merupakan tekhnologi pengolahan sederhana yang diadopsi dari negara Jepang. Konon, mereka telah mengolah ikan kayu sejak ratusan tahun yang lalu.
Bahkan tentara Jepang pada perang Dunia I kerap membawa ikan kayu sebagai bekal untuk mereka konsumsi.
Orang Jepang menyebut ikan kayu dengan Arabushi.

Bagaimana cara mengkonsumsinya ?

Sambil bercanda, salah satu orang Jepang pernah bilang ‘kucing-pun tidak mau makan ikan kayu’......
Memang ikan kayu tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena teksturnya yang keras. Agar bisa dikonsumsi, negara peng-impor ikan
kayu, seperti Jepang, China dan Korea, akan melakukan pengolahan lanjut seperti diserut hingga menjadi lapisan-lapisan setipis kertas, atau di giling menjadi tepung.
Konon, dari produk Ikan kayu dapat dihasilkan ± 100 macam jenis makanan dan bumbu masak.

Berapa kadar air ikan kayu ?

Sebenarnya sering tergantung pada permintaan pembeli.  Namun umumnya antara 17% - 20%.

Ikan-ikan apa aja sich yang umum dibikin ikan kayu ?

Prinsipnya semua jenis ikan bisa dibikin ikan kayu, cuma yang umum adalah: Cakalang (Katsuwonus pelamis), Deho (Eutynus Sp), Lemuru (Sardinella Sp), dan ikan Layang (Decapterus ruselii)

Apakah ikan kayu punya spesifikasi product ?

Ada. Spesifikasi produk ikan kayu di tentukan berdasarkan permintaan konsumen. Berikut ini spesifikasi produk ikan kayu. 

KH (Katsuo Arahonbushi)= ikan kayu Cakalang yang terdiri dari 4 loin
KK (Katsuo Arakamebushi) = ikan kayu Cakalang yang terdiri dari 2 loin
SW/SK (Soodabushi Wari/Sooda Arakamebushi) = ikan kayu Deho yg terdiri dari 2 loin.  Cuma dalam pemasarannya, tiap pembeli kerap memberikan nama yang berbeda-beda.

Berapa lama masa simpan Ikan Kayu ?

Jamur adalah penyebab utama kerusakan ikan kayu. Namun dalam suhu penyimpanan (-5)⁰ C, ikan kayu bisa bertahan hingga 2 (dua) tahun.

Bagaimana sich cara pengolahan Ikan kayu ?

Berikut ini step dan gambarnya.

1. Sortasi. Proses pemisahan ikan berdasarkan Mutu, Jenis dan ukuran



2. Pemotongan 































3. Perebusan 































4. Pencabutan Tulang
 






















































5. Pengasapan























Ikan pasca pengasapan pertama 









  
Ikan di Ruang Pengasapan Lt.1
 















Ikan selesai proses pengasapan





















6. Pemisahan Grade berdasarkan Mutu, Jenis & Ukuran












 Ikan kayu
Katsuo Arahonbushi (Cakalang belah 4)
















Katsuo Arakamebushi (Cakalang belah dua)












Sooda Maru (Deho Utuh)




















7.   Metal Detection
















8.   Penimbangan



















9.   Pengemasan












 

10. penyimpanan

Negara-negara Tujuan Export: Jepang, Korea dan China